Saturday, November 27, 2010

Senyuman Rabiah

Mungkin senyummu tak seindah bidadari......Mungkin senyummu tak berperaduan istana.Karna ku kenal engkau melalui rindu nestapa pencari cinta.....Sesaat ku ingin mengenalmu dalam biara sufi makrifat.Bersembunyi tapa rindu hati.Bermain kata-kata munajat binal bertemu.Sesaat ku ingin mengenalmu bercerita mabuk perempuan taat.Berteman doa berseri wajah,jika sang kekasih bersempurna diri ,memberi sapa syafaat bermaksud tabah,dalam benak seorang pelita hati,Mungkin......demam cinta tak terasa lagi...menilai binal dalam bermaksud.Karna kekasih bermaksud lain.......Mungkin cerita kita aneh terasa dari sudut kata seperti mengenal sebab cahaya hati tak berjarak waktu seperti Nabi berpanjang masa dalam kurun dikenal cerita Kitab, membela Nama abadi bersama Illahi,Abadi dalam legenda hidup,...Abadi dari cerita-cerita mahluk seperti itu, bentuk pertemuan dalam keinginan bersama mencapai tujuan hakiki. bertemu zat pemilik cinta.......Esok siksa yang pedih dalam kalimat surga kita bercerita,......tak ada yang mengenal makrifat kita karna zaman berbeda makna Dan biarkan kita tenggelam buaian Illahi sebab makna tak dapat cerita dari kehidupan yang sesungguhnya,hanya persamaan doa berharap tingkah, dalam doa kita bersam memiliki kesamaan ,dari makna cerita berbeda hikma setiap jengkal waktu.Bertemu kisah berbeda didalam kebersamaan kitab dan biarkan orang tak mengerti bila kita bertemu cahaya Illahi sedang kunang-kunang tak memiliki cahaya seperti Kita sebab dunia milik persamaan doa sang pujangga perpelipur lara munajat kisah -kisah wali,Dan kita bertemu dari doa yang sama beranjak kesengsaraan niat tuk bertemu dalam maqom wali dan cerita kita bersama-sama dari bahasa-bahasa surga,dan pertemuan kita bebas jarak dan waktu seperti Muhammad menitip cahaya Abadi dalam umat pemilik Islam dan sungguh cerita takkan dapat disampaikan bila pengenalan akan Illahi tercoreng kisah-kisah Firaun.membela dirinya.

No comments:

Post a Comment