Friday, November 19, 2010

Perjalanan Rindu II

Enkaukah bidadariku yang menyelubung hasrat bathinia,
mengelora keinginan hasrat dalam bingkai rumah tangga.
Engkaukah bidadariku dalam cerita hidup aku baru mengenalmu
Engaukah bidadariku sembunyi niatmu tuk berbagi,
Enkaukah bidadariku dari cerita cinta engkau yang aneh.
Engaukah bidadariku dari setiap saat kau mengawasi dengan cinta
Enkaukah Bidadariku cerita hidup baru dimulai
Engkaukah Bidadariku selama cerita mimpi kau tak perna hadir.
Engkaukah Bidadariku seperti sepi mengubur luka.
Engkaukah Bidadariku tercium makna surgawi dalam dunia

Telah usai perjalanan rinduku dalam menapaki tiap sudut hasrat dunia,menebar aroma cerita Bidadari, dalam bingkai Rumah Tangga dan telah ku temui cerita baru dalam pengembaran hati mencari cinta...............................................

Sungguh telah kumulai hari ini,Rindu ?
Biarkan cinta kita bersemi dalam bingkai asmara
dalam bingkai keindahan nyata,Biarlah para penyair mencari
Biarlah para sufi tertipu cinta,dan kita telah bertemu.
Kemanakah mereka para pencinta,yang mengaku telah taat
Sedangkan cintamu tak mau dipalsukan
Para pencinta telah berbohong dengan ketaatan
Para pencinta telah munafik dengan perut buncit
Para musyafir telah lelah menemukan keterasingan
Dan kita telah bercinta seperti Rabiah.

Kutemukan engkau dilangit rindu dalam suara-suara keindahan
Telah kutemukan engkau wahai rindu,dalam semangat musafir perindu
Telah datang hujan dari langit memberi harapan rahmat,sang dahaga.
Rinduku tak pernah kau diamkan bila nyatamu menebar pesona makrifat
oh...engkau kah pengenalanku,mencari cinta dalam cinta.
Saat aku terdiam kau toreh aku dalam makna yang tersirat dari penciptaan
Sungguh kau tipu aku dalam penciptaan,sedang kau abadi dalam segala.
Cintaku terbilang yakin.
Dalam desir hati Rabiah,
Dalam desir hati Zunnun,
Dalam desir hati Rumi.

No comments:

Post a Comment