Friday, November 26, 2010

Nyanyian Rabiah

Besok malam kita bertemu lagi.
Dalam buaian kasih merindu.
mungkin esok ku temui kau dengan kemunafikan
setidaknya kau tau aku dalam penciptaan.
Rindu ku takkan kurajut bila kesendirianku diusik dengan cinta lain,
janganlah kau pertemukan aku dengan mu,
biarlah hariku sesaat ini berdusta tuk meminum cerita dunia.
Besok ketika kau panggil aku jadikan ketaatan dulu,
aku baru mau berjumpa...........
Kesendirianku malam ini tak perlu dikabarkan pada mahluk,
biarlah cerita hati membara tak perlu yang lain tau,
Karna ku takut kau cemburu bila aku berpaling dari mahlukmu.
cerita kita yang lain janganlah dikabarkan ,karna mereka sibuk dengan surgamu
dan aku malu meminta surgamu.
Janganlah kau benam aku dengan nerakamu sedangkan lidahku merajut kata zikir cinta.
kemanapun mereka mencari biarkan aku,.... dalam sendiri cinta
Seperti malam malu berpisah,
seperti keinginan malu meminta,
tak sesaat waktu ku beranjak dari sejadah cinta,
bila keinginan hati bercermin wajahmu.......oh ....kerinduaanku mendalam bergetar raga surgawi,
bermakna derajat sufi mencari cinta.
Sedang kita telah bercerita banyak dalam hati berbentuk lentera kisah pemainsuri.
Sungguh malam-malamku bernaung dalam cerita rindu munajat
bersemayam arsy cinta bermakna ketiadaan diri.
Kutemui kau dalam sejarah musafir
ketika mereka merajut kasih akupun cemburu.
Janganlah rindu ini berpaling dari pengharapan-pengharapan derita sunyi
biarlah penderitaanku sebagai kabar gembira pengikut jejek keinsyafan diri,
dan aku telah bertemu dengan kehidupan yang nyata,
bersemayam malakut berteduh cinta mahluk.
Janganlah hatiku menjadi berpura taat ketika siang hari terlupakan sesaat,
dan aku malu dengan keluhan derita,
bila ada kata munajatku meminta rezeki yang belum kau wujudkan,
dalam bentuk janji hari esok,
Dan aku malu menghadapmu,.....
berminta kesendirian,...
sedangkan hatiku penuh permintan dunia penciptaanmu.....
oh,....biarkan hari-hari hidupku, bersama dendam merindu,
takkan ku berpaling mencintai yang lain,bila itu ada............
berarti aku mundur dari dunia fana ini.
Biarkan aku k,au benam dalam cerita mahluk,
sebab kecemburanmu telah kuketahui, bila hati berbagi.......
berarti aku telah berpaling.
Janganlah semangat rinduku sedikit terusik,
aku menjadi gelisah takut tak bertemu
dan seiring harapanpun...... ku takut mengucapkannya .
Sebab takkan kau jadikan mahluk lekat dihati.................
Tidak kau jadikan istana berbuah kedengkian........
Tidak kau jadikan penciptaan
akan kau berikan hatiku ,sebab telah terpasung dalam lantunan cerita cinta makna surgawi sepi......
dan aku terpojok dalam kebingungan bila saatnya nanti kita berjumpa......
dipadang dunia,berbekal seonggok periuk membawa derita perut yang kosong....
Janganlah perhatianku memusuhi penderitaanku
sebab telah kau lalui aku dengan pengertian mendalam tentang penciptaan...
dan aku malu menghadap derita palsu.
sebab hatiku, bersemayam bunga cerita mahluk dunia,
dan berjalan bagaikan abdi surga
Mencari kerinduan dengan malam-malam sendiri........
terasa diliputi segarnya dunia mu, dalam bingkai perhatian nafas menyebut namamu.......
oh.......kasihku telah kau ketahui,
dan aku memberi bukan berati bertanya,
seperti mahlukmu meminta surga keselamatan,
dalam doa orang kelaparan.......
dan jangan lah aku seperti mereka....... ,sebab pencinta tak pernah berharap
sebab rahasiamu telah berbagi padaku
bukan pada yang lain,
seperti sama dalam derita
beda dalam kesungguhan
dan mereka berbincang dengan namamu
sedangkan aku menarik nafas dengan jiwa asma'mu.....
oh kerinduan dalam.munajat cinta.........
terkadang ternikmatkan berserah diri,
seperti muhammad berbagi rahasia...
dan aku telah berserah diri dari berminta muka pada mahlukmu,
sedang harapanku telah tertuju dalam takdir perhatian,
seperti bayi berminta tangis, seperti itu aku mengharap cinta sejati .
Dalam buaian kesendirian.....
berbekal selimut derita pencinta berbagi hati tuk bertemu
dalam malam-malam sendiri bersama..Pencipta.

No comments:

Post a Comment